KADO MILIK CAHAYA

Hi, guys...Lanjut lagi yuk. cerita yang ini agak rumit tapi membuatnya benar-benar menyenangkan. Ini hanya fiktif belaka loh. Bikin judul nya aja susahnya. entah ini judulnya menarik atau tidak. huft...semoga ini menyenangkan. selamat membaca...

Mentari sudah menyerang dengan senjata andalannya. Bising knalpot sudah terlalu sering membuat muntah darah setiap hari.
“Hoa..kapan Jakarta menjadi teduh.” Gumamnya sambil bangkit dari kasur kos bersprei ungu. Lalu ia langkahkan segera kaki kekamar mandi. Setelah tubuhnya bersih dan terasa segar, matanya memandang foto berbingkai yang berdiri gagah di meja belajar disamping kiri lampu duduk.
“Sudah satu tahun aku tak pulang ke Jombang.” Ucapnya dengan suara lirih. Danita Abdi Cahaya  yang biasa dipanggil Aya adalah mahasiswi perantau dari Jombang ke Universitas negeri jurusan Kriminologi. Masuk Universitas ternama karena beasiswa dari negara. Mencoba bertahan hidup ditengah panasnya kota metropolitan .
 Lalu bola matanya bergeser kearah laci meja, dan mulailah dibuka laci itu.
“D-SLR 35mm. Kamera yang kuimpikan sejak 2 tahun lalu. Baru sekarang bisa mendapatkannya. Kalau bukan karena hadiah mana bisa aku membelinya. Allahku sungguh luar biasa.” Ucapnya dengan bahagia. Aya baru saja meraih juara fotografi dengan tema Jakarta Bercermin. Ia tidak tahu bagaimana ia bisa menang.
Tiba-tiba hp nya berdering.
“Halo assalamualaikum. Ya dik.” Jawabnya menerima telpon. Adik Aya dari Jombang menelepon. Namanya Farid.
“Halo mbak Cahaya kapan pulang Jombang? Bapak dan ibu menanyakan.”
“Iya dik, besok pagi mbak berangkat ke Jombang. Mbak juga sudah sangat rindu bapak dan ibu.”
Sore harinya ia mempersiapkan segala keperluan pulang kampung. Hanya membawa 2 kemeja, 3 kaos, 1 jeans, dan 1 jaket hadiah ulang tahun dari Farah sahabatnya.
Nada pesan BBM berbunyi. Pesan dari Farah sahabatnya.
            “Ehem, cahaya cakep. Besok kamu jadi pulang kampung? Jangan lupa oleh-olehnya ya. Hati-hati dijalan. Besok aku akan mengantarmu kestasiun. Ok?”
Aya hanya tersenyum dan membalas BBM nya. Farah yang manja tapi sangat perhatian pada sahabat dan teman-temannya. Farah adalah putri salah satu dosen Bahasa Indonesia.
            Jam terus berdenting silih berganti dan langit mulai berganti warna. Seperti biasa suara bising ini yang slalu menemani nya. Pagi ini ia bangun lebih awal. Bersiap-siap berangkat menuju stasiun untuk bertemu surga kecilnya disana. Seperti biasa kekampus, diikat rambut kepalanya yang mulai panjang sebahu itu, menali sepatu cat warna coklat gaji pertamanya ketika masih bekerja di sebuah distro 1 tahun yang lalu sebelum ia menjadi aktivis kampus dengan kegiatan yang lumayan membabas habis jam nya. Memakai kaos dengan kemeja biru dongker dengan kancing terbuka dan celana jeans panjang favoritnya.
Kalkson mobil berbunyi didepan kos.
            “Itu pasti Farah.” Aya langsung bergegas turun.
            “Cewek, bagaimana sudah siap? Makin cantik saja setiap hari.”guraunya ketika Aya menutup pintu mobilnya dan membuatnya tersipu malu.
            “Jangan bikin aku mulai membantingmu deh. Buruan jalan.”
            “Oke bos.”
Merekapun bergegas menuju stasiun.
            Kereta berhenti di kota yang ditunggu-tunggu. Kota kecil penuh kenangan. Kota kecil ketika ia mulai lelah merantau. Kota kecil yang mengajarkan banyak hal tentang agama, kebersamaan, dan pentingnya berbagi. Kota Jombang yang indah. Dilihat didepan sudah disambut bunyi bis dan kendaraan pribadi yang lalu lalang. Didepan matanya sudah terlihat hamparan rumput luas nan hijau dengan banyak angkringan dan bangunan dipinggirnya.
            “Alun-Alun Jombang sudah berubah.” Gumamnya sambil menggerakan jari memutar lensa kamera dan mendapatkan gambar yang ada dibenaknya.
Sesaat setelah didapatkan beberapa gambar, tangannya mulai melambaikan tangan memanggil lelaki tua bertopi lebar sambil mengayuh kendaraan roda tiganya.
            “Monggo neng, mau kemana?”
            “ Peterongan pak, nanti saya beritahu arahnya diperjalanan.”
            “Siap neng.”
Pak becak itu mulai mengayuh kakinya. Tibalah dirumah sederhana bercat ungu muda berpagar putih dengan pot-pot tanaman dan pohon jambu dan mangga didepannya.
            “ Assalamu’alaikum. “
            “Wa’alaikumsalam. Mbak Aya pulang le.”
            “Bapak?” Tanya Aya sambil mencium tangan ibunya.
            “Masih di bengkel Pak Sobrin. Tadi bengkelnya rame. Makan dulu nduk. Ibu masak penyet tempe kesukaanmu sama terong sambel. Ada es kopyor juga. Ayo.”
            “Siiip.”
            Aya pun masuk kedalam surga kecilnya. Kakinya langsung menuju kamar untuk menaruh tas nya.
            “Kamarku.” Ucap Aya sambil rebahan di kasurnya yang bersprei coklat muda bermotif boneka beruang. Mata Aya bergeser kearah meja kecil disamping kasur. Meja kecil yang diatasnya ada bingkai foto berukuran 4R.
            “Sahabat-sahabat terbaikku. Kangen.” Gumamnya lirih. Disaat yang sama, ibunya datang dengan membawa segelas es kopyor rasa pandan kesukaannya.
            “Rara baru saja menikah. Sekarang dia ikut suaminya ke Probolinggo. Kado nikahnya dari kamu sudah ibu berikan, katanya terima kasih banyak Rara kangen kamu juga. Semoga lebaran tahun depan bisa ketemu kamu. Gitu katanya. Terus kalau Astri dia ke Taiwan. Jadi TKW, ibunya banyak hutang gara-gara bapaknya yang suka judi. Kalau Dini..”
            “Dini kemana?”
            “Ibu tidak tahu. Semenjak kalian ada masalah saat purnawiyata, Dini jarang kerumah ibu. Apalagi setelah kamu berangkat kuliah ke Jakarta. Yang lainnya meminta restu ibu, Rara, Astri. Ibu juga kangen sama Dini. Tapi nduk, ibu denger-denger Dini melanjutkan kuliah ke Jogja, ikut ayahnya. Kamu masih sangat beruntung nduk. Ibu terkadang kasian sama Dini. Perceraian orangtuanya membuat dia harus memilih.empat serangkai yang tawanya selalu ibu rindukan dihalaman rumah ini. Yasudah ibu ke warung mak dah dulu, beli kopi. Nanti kalau bapakmu pulang biar ndak gopoh-gopoh.”

            “Empat serangkai yang tawanya dirindukan ibu. Hmm, sahabat, bersatu, gila-gilaan, tapi berpisah karna banyak hal. Cinta, cita, hem..” gumam Aya.

(bersambung)I

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WIND